Selasa, 10 November 2015

DIALOG IBLIS DENGAN NABI MUHAMMAD SAW

      Diriwayatkan dari Mu’ad bin Jabal ra., dan Ibnu Abbas ra yang berkisah : Kami bersama Rosululloh Saw di rumah salah seorang sahabat Anshor, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dan luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku”.
      Rosululloh bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dan        luar ?“
      Mereka menjawab, : “Tentu Allah dan Rosulnya lebih tahu.”
      Lalu Rosuluiloh Saw. Menjelaskan, “Ini adalah iblis terkutuk- semoga Allah senantiasa melaknatnya.”

      Kemudian Umar ra meminta izin kepada Rosulullah sembari berkata,: “Ya Rosul apakah engkau mengizinkan aku untuk membunuhnya”
      Beliau menjawab, “ Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk mahkluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari kiamat..red). Akan tetapi sekarang silahkan kalian membukakan pintu baginya, sebab ia telah diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang akan ia ceritakan pada kalian.”
      Ibnu Abbas berkata : “ Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak kesamping. red). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang seperti taring babi. Sementara bibirnya seperti bibir kerbau, Ia datang sembari memberi salam.
      Assalamu alaika ya Muhammad, Assalamu alaikum ya jama’atil muslimin,” kata Iblis.
      Nabi menjawab, : “ Assalamu lilllah ya la’iin (Keselamatan hanya milik Allah wahai mahkluk terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami, apa keperluan tersebut wahai Iblis?”
      “Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan kemauanku sendiri, tapi saya datang kesini karena terpaksa, ingat itu ! “ jawab Iblis.

       Apa yang membuatmu terpaksa datang kesini wahai mahkluk terkutuk ? tanya Rosulullah, Iblis menjawab, :”telah datang kepadaku seorang Malaikat yang diutus Tuhan Yang Maha Agung dimana utusan itu berkata, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu untuk datang kepada Muhammad Saw, sementara engkau adalah mahkluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya. bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka, lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka dengan KeBesaran dan KeAgungan Allah, jika engkau menjawab dengan bohong, walaupun hanya sekali, sungguh Allah akan menjadikan engkau sebagai debu yang bakal dihempaskan angin, dan, musuh-musuhmu akan senang. Wahai Muhammad sekarang saya datang untuk menjawab apa yang akan engkau tanyakan denganjujur”. Rosul mulai melempar pertanyaan kepada Iblis, “ Jika engkau bisa menjawab dengan jujur , maka ceritakan kepadaku siapa orang yang paling engkau benci”.
      Iblis menjawab dengan jujur, ”Engkau wahai Muhammad, orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.
“lalu siapa lagi yang paling engkau benci ? ”Tanya Rosululloh. “Seorang pemuda yang bertaqwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT, jawab Iblis.
      “Siapa lagi ? “ Tanya Rosul.
      “Orang ‘alim yang wara’ (menjaga diri dari subhat. red)” Jawab Iblis.
      “Siapa lagi ? “ Tanya Rosul lagi,
      “Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dan tiga kotoran” (hadats besar, hadats kecil dan najis. ,red)” jawab Iblis.
      “Orang fakir yang senantiasa bersabar, tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun, dan juga tidak pernah mengeluh terhadap penderitaan yang dialaminya, “ jawab Iblis. “Lalu darimana engkau tahu kalau ia bersabar, ? Tanya Rosul.
      ”Wahai Muhammad, jika ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada mahkluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat amal perbuatannya sebagai kelompok orang-orang yang sabar” jelas Iblis.
      ”Lalu siapa lagi wahai Iblis” Tanya Rosul lagi,
      ”Orang kaya yang bersyukur “ jawab Iblis, “ lalu apa yang memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur” tanya Rosul lagi.

      ”Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya,” tutur Iblis ,‘ bagai mana kondisimu bila umatku menjalankan sholat ? “ Tanya Rosul.
      “Wahai Muahmmad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar” jawab Iblis.
      ”Mengapa wahai Iblis” Tanya Rosul.
      ”Sesungguhnya jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu cambuk zat kemulayaan. Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali, apabila mereka menunaikan manasik haji maka saya jadi gila, apabila membaca al Qur’an, maka saya akan meleleh seperti timah yang dipanaskan. Jika mereka bersedekah, maka seakan -akan orang yang bersedekah mengambil kampak lalu memotong saya menjadi dua” Iblis menjelaskan.
      “Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan Iblis) ? Tanya Rosul lagi.
      “Sebab dalam shodaqoh ada empat perkara yang perlu diperhatikan : dengan shodaqoh tersebut Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi dikalangan mahkluknya, dengan shodaqoh itu pula Allah menjadikan penghalang antara ia dan neraka dan akan menghindarkan segala bentuk bencana dan penyakit”.
      “Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu bakar ?“ Tanya Rosul lagi. Iblis menjawab : “ ia sewaktu jahiliyah saja tidak pernah ta’at kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam”
      “Bagaimana dengan Umar bin Khotob ? “ Tanya Rosul lagi.
      “Demi Allah, setiap kali aku bertemu dengannya, mesti akan lari darinya”.
      “Bagaimana dengan Utsman ? “ Tanya rosul lagi
      “Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya”
      “lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib ?“
      “Saya berharap kepada Allah agar tak akan pernah dipertemukan dengannya”
      “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ummatku berbahagia dan mencelaka - kanmu sampai batas waktu yang telah ditentukan’ tukas Rosul.

      ”Tidak, dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara aku senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai batas waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummatmu, sementara aku bisa masuk kapan saja melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan, aku akan sesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang ‘alim, yang awam maupun yang bisa membaca al Qur’an, yang nakal ; maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang Mukhlis (murni . . . red)” demikian Iblis menukas lagi dengan sengit.
      “Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlis ? “ Rosul bertanya lagi.
      Iblis menjawab dengan panjang lebar : “ Apakah engkau tidak tahu Muhammad, orang yang masih suka harta dan pujian, sementara hatinya selalu bergantung kepada kesenangan dunia, maka ia lebih taat kepadaku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad bahwa cinta harta termasuk dosa yang paling besar ? kemudian cinta kedudukan juga adalah dosa besar juga ? saya mempunyai tujuh puluh ribu anak, sedang tiap anak dan jumlah itu, memiliki tujuh puluh ribu syetan. Diantara mereka ada yang aku tugaskan untuk mengoda ulama, menggoda para pemuda, menggoda orang tua. Anak -anak muda bagi kami tidak masalah. Sedangkan anak kecil lebih mudah aku permainkan sekehendakku. Diantara mereka juga ada yang aku tugaskan untuk mengoda orang yang tekun beribadah, menggoda orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi yang bebeda dari satu pintu ke pintu lainnya. Sehingga mereka berhasil dengan rnenggunakan cara apapun.

      Aku ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah tidak karena Allah, sementara meneka tidak merasakan hal itu, Apakah engkau lupa wahai Muhammad kisah seorang rahib yang berbuat ikhlas selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan do’anya ia bisa menyembuhkan penyakit ? akan tetapi saya tak pernah putus asa menggodanya sampai sempat berbuat zina, dan membunahnya, dan ia mati dalam keadaan kafir. Itu semua benkat saya Muhammad.
      Kebohongan itu berasal dan aku, aku adalah mahkluk yang pertama kali berbohong. Orang yang berbohong adalah temanku, barang siapa yang bersumpah atas nama Allah dengan berbohong, maka ia kekasihku. Menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku. Barangsiapa yang bersumpah dengan menceraikan istrinya, (talak) ; maka hampir tidak akan selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, maka istrinya adalah haram baginya. Kemudian dan pasangan itu mengeluarkan keturunan haram, sehingga semuanya masuk neraka gara - gara satu ucapan.
      Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada yang menunda-nunda sholatnya. Ketika ia hendak menjalankan sholat, maka aku selalu berada padanya dan mengatakan: “masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan”. Sehingga ia menunda sholatnya, dan kemudian ia sholat diluar waktu. Akibatnya ia akan memikul dosanya kelak. Kalau aku kalah, maka aku akan mengirim kepadanya salah seorang dan syetan-syetan manusia yang akan menyibukannya. Kalau aku masih kalah juga, maka; aku diamkan sampai ia melakukan sholat, ketika dalam sholatnya aku berkata “meliriklah kekanan dan kekiri “ akhirnya ia melirik. Maka saat itu wajahnya aku usap dengan tangan ku. Wahai Muhammad engkau tahu bahwa kalau seseorang banyak melirik dalam sholatnya akan menanggung dosanya. Kalau dalam sholatnya ia mampu mengalahkanku sementara ia sholat sendirian, maka akan aku buat ia tergesa-gesa, ia seperti ayam yang sedang makan, begitu tergesa -gesa. Kalau dalam sholat berjamaah, ia akan aku buat mendahului imam karena kepalanya aku tarik. Jika saya masih kalah juga, maka saya perintahkan meremas jemarinya sehingga bersuara. sesungguhnya ia termasuk bertasbih kepadaku. Kalau ia tak mempan juga, maka aku tiup hidungnya sehingga ia
menguap. Saat itulah anak-anakku masuk dan ia makin rakus akan dunia dan berbagai perangkapnya.
      Bagaimana ummatmu bisa bahagia Muhammad, sedang aku memerintahkan orang miskin untuk tidak shalat, dan aku berkata kepadanya, sholat hanya di wajibkan pada orang yang diberi nikmat. Kemudian untuk orang sakit, akan aku buat ia terlena dengan salah satu ayat Allah, “ dan tidak apa-apa bagi orang yang sakit’ (An - Nur)”, padahal tidak apa-apa di sini menyangkut tata cara normalnya, bukan tidak apa-apa untuk meninggalkan sholat. Sehingga ia merasa aman ketika meninggalkan sholat, padahal jika ia mati saat itu juga, ia termasuk orang yang kafir dan Allah sungguh akan memurkainya. Bagaimana engkau merasa bahagia atas ummatmu wahai Muhammad, sedangkan aku bisa memurtadkan seperenam
ummatmu ?”
      Kemudian Rosululloh meneruskan pertanyaan, “ wahai makhluk terkutuk, siapa teman dudukmu?”
      “Orang yang suka makan riba”
      “Lalu siapa teman dekatmu?”
      ”Orang yang berzina”
      “Siapa teman tidurmu?”
      “Orang yang mabuk”
      “Siapa tamumu?”
      ”Pencuri”
      ”Siapa utusanmu?”
      ”Dukun, tukang sihir”
      “Apa yang menyenangkan pandangan matamu?“
      “Orang yang bersumpah dengan talak”
      “Siapa kekasihmu?”
      ”Orang yang meninggalkan sholat jum’at”
      “Wahai mahkluk terkutuk, apa yang menyebabkan punggungmu patah?”
      “Suara ringkik kuda untuk berperang dijalan Allah”
      ”Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?”
      “Tobatnya orang yang bertobat”
      ”Apa yang membuat hatimu panas ”
      ”Orang yang beristighfar kepada Allah, baik siang maupun malam”
      ”Apa yang membuatmu malu dan hina ? ”

      ”Sedekah secara rahasia”
      “Apa yang rnenyebabkan matamu buta?
      “Sholat sunat sebelum subuh“
      “Apa yang membuat pecah kepalamu ?“
      “Sholat berjamaah”
      “Siapa yang bisa membahagiakanmu?”
      “Orang yang meninggalkan sholat”
      “Siapa yang celaka menurut engkau?”
      “Orang yang dermawan karena Allah”
      “Apa yang menyita pekerjaanmu?”
      “Majlis Ta’lim”
      “Bagaimana engkau makan?”
      “dengan tangan kiri dan jemariku”
      “Dimana engkau berteduh ketika engkau panas?”
      “Dibawah kuku manusia “.
      “Berapa kebutuhan yang pernah engkau pinta kepada Allah?” “ Sepuluh macam”
      ”Apa saja itu wahai mahkluk terkutuk?”
      Saya minta agar saya bisa berserikat dengan anak cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak -anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku berserikat dengan kelompok mereka. “Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak, dan berjanjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (Al Isro : 64).
      Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka aku akan ikut memakannya. Aku juga ikut memakan hati yang bercampur riba dan haram serta segala macam hati yang tidak dimohonkan perlindugan kepada Allah dan syetan yang terkutuk.
      Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dan syetan, ketika ia bersetubuh. maka aku akan ikut bersetubuh. Akhirnya ia akan melahirkan anak yang mendengarkan dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aku adalah temannya. “ Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki” (Al Isro ; 64)

      Aku mohon kepada-Nya agar aku punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Aku mohon agar aku punya mesjid, akhimya pasar adalah mesjidku. Aku mohon agar aku punya al Qur’an, maka sya’ir adalah Qur’anku. Aku mohon agar aku punya adzan, akhirnya terompet adalah adzanku. Aku mohon agar aku punya tempat tidur, maka orang mabuk adalah tempat tidurku. Aku mohon agar diberi teman - teman dekat, maka orang-orang yang menginfaqkan hartanya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. “ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syetan dan syetan itu adalah yang sangat ingkar kepada Tuhannya “ (Al Isro : 27).
      Rosululloh Saw, berkata kepada Iblis : Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapankan itu didukung oleh ayat ayat dan kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu”
      Lalu Iblis berkata lagi, : “ Wahai Muhammad, aku mohon agar aku bisa melihat anak cucu Adam sedang mereka tidak melihatku. Kemudian Allah menjadikanku mampu mengalir melalui aliran darah mereka. Diriku bisa berjalan sesuai kehendakaku kemana saja dan dengan cara apapun. Sesungguhnya orang yang mengikutiku jauh lebih banyak dan pada yang mengikutimu.
      Aku memiliki anak bernama Atamah (Semoga Allah melaknatinya. red). Ia akan kencing di mata ummatmu, sehingga mereka tertidur dan meninggalkan sholat Isya’. Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur terlebih dahulu sebelum sholat Isya’. Aku juga punya anak bernama Mutaqodhi (semoga Allah mengutuknya. red), tugasnya adalah membangkitkan keinginan ummatmu untuk memamerkan harta dan kelebihannya, sehingga Allah membatalkan 99 dan 100 pahala. Kemudian anakku yang lain bernama Kuhyal  ( semoga Allah melaknatnya. .red) dimana ia bertugas untuk mengusap celak mata ummatmu ketika berada di Majlis Ta’lim dan ketika sholat Jum’at. Sehingga ia tertidur dan tidak mendengarkan khotib sehingga hilanglah pahalanya.

      Setiap kali ada perempuan yang keluar rumah, sesungguhnya ada ribuan pasukanku yang mengikutinya. Mereka ada yang duduk dipinggulnya, di buah dadanya, di bibirnya, di kukunya dan di lain tempat yang membuat perempuan itu menarik perhatian secara dunia. Sehingga dia menabur maksiat yang siap disantap oleh para pemuda.
      Lain halnya dengan ummatmu yang berjilbab, tentu saya menggodanya tidak dengan cara itu, karena tubuhnya tertutup sangat sulit buat aku kalau masih menerapkan cara itu, wahai Muhammad, sebenarnya aku tidak bisa menyesatkan sedikitpun. Akan tetapi aku hanya bisa mengganggu dan menghiasi, mengotori pikirannya dan menjanjikan janji-janji palsu. Seandainya aku memiliki kemampuan untuk menyesatkan, tentu aku tak akan membiarkan segelintir manusiapun di muka bumi sempat mengucapkan syahadat.
      Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada siapapun. Akan tetapi tugasmu sama dengan tugasku yaitu mengajak. Engkau adalah utusan dan penyampai amanat dari Allah. Andaikan engkau mempunyai kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir kafir pun di muka bumi. Engkau hanyalah sebagaimana Hujjah Allah terhadap mahkluk-Nya. Sementara aku hanyalah sebab celakanya orang.”
      Lantas Rosullulloh berkata kepada Iblis, : “Wahai Abu Murrah. apakah engkau masih ingin bertobat dan kembali kepada Allah. sementara aku akan menjaminmu masuk sorga”.
      Iblis menjawab, : “ Wahai Rosululloh, ketentuan adanya aku adalah untuk mempertegas adanya engkau, begitu juga sebaliknya. Itulah hukum yang telah ditetapkan Allah dan aku menikmatinya. Ketentuan telah memutuskan dan qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah yang telah menjadikan engkau sebagai tuan para Nabi dan Khotib para penduduk surga. Sementara diriku dijadikan tuan orang-orang yang celaka dan khotib para penduduk neraka. Saya adalah mahkluk celaka dan terusir. Ini adalah akhir dari apa yang aku beritahukan kepada engkau, dan aku mengatakan sejujurnya.”

 


Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Awal dan Akhir, Dzahir dan Batin. Dan semoga sholawat dan salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummiy dan kepada keluarganya yang suci juga para sahabatnya setia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar